Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Pernah kah, Moms dirumah merasakan adanya perubahan periaku pada si kecil? Yang tadinya sudah terampil, saat ini terlihat alami kemunduran.  Perubahan ini dinamakan sebagai regresi perilaku. Seperti yang dikemukakan oleh Sigmund Freud seorang pakar psikoanalisa, ia mengatakan bahwa regresi adalah kemunduran perilaku mental seseorang. Mereka yang mengalami regresi cenderung akan menunjukkan perilaku kekanak-kanakan, sebagai salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri (defense mechanism). Misalnya kembali mengompol atau kembali menggunakan “bahasa bayi” atau baby talk.

Ada beberapa penyebab yang paling sering menjadi pemicu munculnya regresi pada anak antara lain:

  • Adanya perubahan dalam kegiatan rutin anak sehari-hari, misalnya pengasuh baru, menghadapi sekolah baru (day care, pre school)
  • Adanya sibling rivalry atau perasaan persaingan antar saudara misalnya kehaditan adik baru atau saat Ibu sudah mulai terlihat hamil besar
  • Adanya konflik dalam rumah tangga, misalnya perceraian orangtua atau issue kekerasan dalam rumah tangga yang bisa saja melibatkan anak sebagai saksi atau korban
  • Mengalami sakit yang cukup berat, dialami anak atau anggota keluarga lain.
  • Pindah tempat tinggal atau domisili (rumah baru)
  • Kematian atau kehilangan figure yang sangat signifikan bagi kehidupan anak

Apa saja yang bisa dilakukan oleh orangtua agar anak kembali pada keahliannya?

  • Berusaha untuk mengajaknya berbicara. Di usia ini 2-3 tahun memang anak masih kesulitan untuk mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata. Namun sebagai orangtua, harus jeli melihat adanya perubahan dalam perilakunya. Mengajaknya berbicara dan menekankan bahwa Ibu paham mengenai keadaannya, akan membuat anak menjadi lebih nyaman.
  • Bersikap empati dengan keadaan anak, artinya orangtua memahami bahwa anak tidak nyaman dengan situasi yang ia alami. Katakan dengan jelas, bahwa Orangtua mengerti perasaannya dan tidak apa jika merasa sedih atau takut karena setiap orang mengalaminya. 
  • Bangun kembali quality time atau tingkatkan frekuensinya. Sempatkan waktu untuk berdua saja dengan anak, tanyakan hal-hal yang ia ingin lakukan atau yang membuatnya senang sehingga orangtua dapat mendukung dan mendorong perkembangannya.
  • Hindari untuk memberikan tuntutan lebih pada anak, mengingat kapasitas pemahaman dan kemampuannya yang terbatas. Dukung ia dengan perhargan seperti pelukan, ciuman, usapan lembut dan kata-kata positif yang membangkitkan motivasi untuk kembali mau mencoba dan melakukan aktivitas.
  • Hindari untuk memberikan kritikan yang negative seperti bersikap marah atau kesal karena kemunduran perilakunya

Bagaimana cara mengembalikan perilaku ke perkembangan semula?

  • Mulai pada aktivitas yang telah ia kuasai, untuk memunculkan perasaan sense of mastering terhadap suatu kegiatan. 
  • Buat rencana bersama, apa yang ingin dilakukan anak terlebih dahulu terutama aktivitas yang membuatnya nyaman. Buat table bersama dengan simbolisasi atau alat bantu yang menarik minat anak.
  • Dukung dan berikan support untuk mengembalikan kepercayaan diri pada anak, agar mau mencoba aktivitas yang sempat hilang atau enggan ia lakukan sebelumnya.
  • Berikan reward atau penghargaan atas apa yang telah ia lakukan. Minimal anak mau mencoba melakukan kembali, segera beri penguatan misalnya dengan kata-kata positif, acungan jempol, pelukan dan lain sebagainya.

Kemunduran perilaku anak yang harus diperhatikan sekali pada anak toddler dan prasekolah adalah dari aspek wicara atau komunikasi. Karena bisa saja terjadi adanya gangguan yang lebib berat sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif misalnya saja kemungkinan adanya gangguan autistic, selektife mutisme (kebisuan selektif), atau gangguan perkembangan lainnya.  Regresi yang mempengaruhi hampir seluruh fungsi perkembangannya, baik fisik dan mental karena hal itu merupakan indikasi adanya masalah psikologis yang lebih berat sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Misalnya saja akibat kekerasan seksual, gangguan syaraf diotak karena penyakit tertentu dan lain sebagainya. 

 

Baca Juga