Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Anak yang aktif membutuhkan beragam kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan energinya agar terarah positif. Serangkaian kegiatan tersebut dapat direncanakan orangtua dirumah bersama anak. Jika kesulitan untuk merancang kegiatan, orang tua juga bisa lho melakukan diskusi dengan guru di sekolah si kecil. Untuk membantu orang tua, di sini kami berikan 9 kegiatan di rumah yang dapat dilakukan oleh si kecil:

  1. Lakukan aktivitas yang menyenangkan. Bantu si kecil menemukan olahraga yang ia sukai. Semakin dia menikmati aktivitas, semakin besar kemungkinan dia akan melanjutkannya. Ada baiknya jika ada anggota keluarga yang terlibat bersama terutama ayah, ibu dan juga saudara. Hal ini juga dapat meningkatkan kualitas waktu bersama antar keluarga.

  2. Pilih aktivitas yang sesuai dengan tahapan perkembangan. Misalnya, anak usia 4 atau 5 tahun tidak siap untuk angkat beban atau lari sejauh 2 kilometer, tetapi sepak bola, bersepeda, dan berenang adalah kegiatan yang tepat untuk bisa mengarahkan anak pada aktivitas fisik yang menyenangkan.

  3. Sediakan lingkungan yang aman. Pastikan peralatan anak dan tempat yang dipilih untuk olahraga atau aktivitas aman. Selain itu, orang tua juga perlu memastikan apa yang dipakai dan dikenakan anak nyaman dan sesuai dengan tempat berkegiatan.
  4. Sediakan mainan yang membuat anak “sibuk”. Umumnya, anak yang berusia balita senang akan kegiatan yang sederhana namun juga bisa menyenangkan seperti bermain bola, lompat tali, dan kegiatan fisik lainnya.

  5. Berikan anak kegiatan rumah tangga yang bisa dikerjakan sesuai dengan kemampuannya. Misalnya saja menyapu, menyiram bunga, menggosok ban mobil, membuang sampah dan lain sebagainya. Aktivitas ini bisa juga lho dilakukan sambil bernyanyi bersama atau diiringi musik yang riang.

  6. Jadilah teladan. Anak-anak yang secara teratur melihat orang tua mereka menikmati olahraga dan aktivitas fisik lebih mungkin melakukannya sendiri dibandingkan orang tua yang pasif. Bermainlah dengan anak dan bantu dia untuk mencoba kegiatan baru.

  7. Batasi menonton TV dan penggunaan komputer. American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa dalam sehari anak balita hanya boleh bermain dan menonton melalui layar (screen), termasuk TV, video, komputer, dan permainan video 1-2 jam per hari.

  8. Jadwalkan secara teratur agar kegiatannya seimbang. Beberapa anak memiliki jadwal harian yang padat seperti bersekolah, les musik atau les gambar tetapi sedikit sekali waktu yang disisihkan untuk berolahraga. Sehingga ada baiknya, rencanakan waktu untuk aktivitas fisik.

  9. Jangan berlebihan dalam beraktivitas. Ketika anak ingin berkegiatan, ingatkan mereka untuk lebih sensitif merasakan tubuhnya. Jika anak merasa kurang enak badan, sebaiknya atur jadwal di lain hari dan arahkan anak untuk melakukan aktivitas yang lainnya yang tidak membutuhkan energi berlebihan.

Selamat mencoba ya, Moms!