Oleh: dr. Fiona Amelia – Redaksi klikdokter.com

Nafsu makan si Kecil berkurang? Anda tak perlu cemas. Ketahui dahulu penyebabnya dengan menyimak penjelasan berikut ini.

Anak tiba-tiba menjadi picky eater atau bahkan menolak makanan favoritnya? Bisa jadi nafsu makannya sedang menurun. Berikut adalah beberapa penyebab paling sering anak kehilangan nafsu makan.

  1. Pertumbuhan melambat

    Perubahan pola pertumbuhan ternyata dapat menurunkan nafsu makan anak. Di tahun pertama, anak bertumbuh dengan cepat. Masuk tahun kedua, laju pertumbuhannya jauh melambat, sehingga porsi makannya tampak lebih sedikit. Hal ini merupakan sesuatu yang normal. Sebab, di tahun kedua dan seterusnya, pertambahan tinggi anak rata-rata hanya sekitar 7,5 cm per tahun dan berat badan akan bertambah sebanyak 1,5–2 kg per tahun. Jadi, porsi dan frekuensi makan anak pun tak sebanyak dan sesering waktu ia masih bayi.

  2. Sedang sakit

    Anak yang sakit, seperti sedang mengalami demam, flu, sakit tenggorokan, diare, atau sakit kepala, tentu mengalami penurunan nafsu makan. Meski demikian, nafsu makan akan segera normal saat anak kembali sehat.

  3. Anemia

    Anak yang kurang mengonsumsi makanan sumber zat besi dapat mengalami anemia atau kurang darah. Anak seperti ini akan tampak pucat, lemah, mudah lelah, dan rewel. Untuk mengetahui ada atau tidaknya anemia biasanya diperlukan tes darah. Kondisi anemia ini dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan performa akademisnya. Berikan si Kecil makanan yang mengandung sumber zat besi seperti daging merah, ayam, bayam, dan polong-polongan. Batasi pula konsumsi susu maksimum 500–750 ml per hari supaya anak tidak kekenyangan sebelum makan yang sesungguhnya.

  4. Cacingan

    Cacingan pada anak bisa tidak disadari hingga keluhan yang dirasakan semakin memburuk. Bila si Kecil menderita cacingan, ia akan mengalami berbagai gangguan pencernaan seperti buang air besar berdarah serta berlendir, diare, perut membuncit, hingga hilangnya nafsu makan. Biasakan si Kecil cuci tangan sebelum makan agar terhindar dari cacingan.

  5. Sembelit

    Pergerakan usus yang tidak teratur atau adanya sembelit pada anak bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan. Anda tentu merasa tidak nyaman bila tidak bisa buang air besar (BAB) selama 2–3 hari berturut-turut. Hal yang sama juga akan dirasakan oleh si Kecil saat ia mengalami sembelit. Perut si Kecil tentunya terasa tidak enak, sehingga menyebabkan nafsu makan pun berkurang. Kabar baiknya, nafsu makan anak akan kembali secara perlahan ketika kondisi ini teratasi.

  6. Stres

    Anak yang mengalami stres umumnya kehilangan minat untuk makan atau mengalami gangguan tidur. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengidentifikasi penyebab anak stres dan menghilangkannya. Beberapa pemicu stres pada anak yakni kematian orang terdekat atau saudara kandung, kematian binatang peliharaan, bullying, serta tidak mampu mengikuti pelajaran atau tuntutan orang tua dalam hal pencapaian akademis.

  7. Depresi

    Anak yang depresi tidak hanya tampak murung dan sedih, tetapi juga menjadi penyendiri dan kehilangan minat pada sejumlah aktivitas, termasuk makan. Kondisi ini tentu akan mengganggu kehidupan anak secara keseluruhan. Anak-anak yang seperti ini biasanya tetap tidak mau makan meski ‘disogok’ dengan makanan yang menarik seperti cokelat, es krim, ataupun makanan yang gurih-gurih.

  8. Anoreksia nervosa

    Sebagian anak-anak yang sudah mulai sadar akan citra tubuhnya, secara sengaja menolak untuk makan demi mengikuti penampilan idola mereka. Perlahan-lahan perilaku ini memengaruhi kondisi psikologis mereka, sehingga secara sengaja memilih untuk tidak makan atau memilih makanan rendah lemak dan rendah kalori. Parahnya lagi, terkadang ada anak yang merasa bersalah setelah makan. Perilaku ini bisa jadi gejala dari anoreksia nervosa, apalagi bila disertai dengan penurunan berat badan yang drastis.

  9. Obat-obatan

    Obat-obatan tertentu seperti antibiotik bisa membuat nafsu makan anak menurun. Namun, nafsu makan akan segera kembali setelah konsumsi obat tersebut selesai. Pada dasarnya, nafsu makan anak, terutama anak usia 2–6 tahun, akan berubah-ubah seiring pertambahan usia, perubahan tingkat energi dan aktivitasnya. Jadi, bila nafsu makan anak Anda menurun, jangan panik dulu. Kondisi ini bisa saja normal atau disebabkan oleh hal-hal yang tidak serius. Tetapi, bila penurunan nafsu makan anak disertai oleh penurunan berat badan yang drastis atau keluhan-keluhan lain yang tidak wajar, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber:

http://www.momjunction.com/articles/reasons-for-loss-of-appetite-in-children_00349759/#gref
http://healthyeating.sfgate.com/appetite-loss-toddlers-6866.html