Penulis: Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

 

Setiap anak dilahirkan dengan potensi kreatif, tetapi potensi ini dapat tertahan jika orangtua dan pihak sekolah bersikap konsisten dan kreatif pula dalam memberikan stimulasi ada anak. Kreativitas menunjukkan keunikan anak, karena setiap anak berbeda dengan anak lain. Kreativitas adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang baru dan tidak biasa, untuk melihat masalah yang tidak disadari orang lain dan muncul dengan solusi atau ide-ide baru pemecahan masalah. Ketika anak kreatif, ia semakin fleksibel dalam menyelesaikan permasalahannya.

 

Bagaimana seharusnya orangtua bersikap?

 

1.     Bersikap fleksibel.

Orangtua yang terus menerus dengan aturan ketat dan membatasi anak akan mengurangi spontanitas dan kepercayaan diri anak, padahal kedua aspek tersebut sangat penting bagi kreativitas anak. Memiliki aturan penting, tetapi bersikap fleksibel juga memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi.

 

2.     Mengasah ketekunan.

Tunjukkan penghargaan atas upaya anak-anak dan dorong mereka untuk tetap bersemangat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

 

3.     Berikan suasana kreatif.

Materi kreatif harus disediakan oleh orangtua dan guru. Beberapa peralatan dasar termasuk buku, catatan, bahan gambar, benda untuk membuat suara, tanah liat dan balok. Mainan dan bahan yang tidak terstruktur memberi anak-anak prasekolah peluang untuk berimajinasi dan memungkinkan anak menggunakan mainan dengan berbagai cara.

 

4.     Dorong perencanaan dan pemecahan masalah.

Ajari anak untuk melihat alternatif, mengevaluasi situasi dan kemudian memutuskan bagaimana bisa menyelesaikan kegiatan ataupun tugas sampai selesai.  Ajari anak untuk menghargai proses yang ia lakukan dalam berkreasi.

 

5.     Berikan kegiatan, tetapi jangan memaksa.

Hindari untuk memberikan anak beragam kegiatan yang terorganisir atau terstruktur secara berlebihan. Beri waktu anak untuk menyendiri guna mengembangkan kreativitas yang ada di dalam dirinya. Misalnya, biarkan saja ia diberikan kesempatan bermain bebas dengan benda atau mainan apapun yang ada didekatnya.

 

6.     Bantu anak-anak mengembangkan minatnya.

Coba perhatikan minat anak dan sediakan materi dan kegiatan yang berhubungan dengan minatnya.

 

7.     Bantu anak-anak mengaktifkan indera mereka.

Ekspos anak-anak ke dunia luar sehingga mereka dapat menggunakan semua indera mereka. Bukan berarti orangtua harus mengatur suatu perjalanan yang mahal atau rumit. Cukup dengan mengajak anak-anak ke perpustakaan, museum, dan pantai atau gunung. Minta mereka untuk membayangkan seperti apa perjalanan ke tempat-tempat tersebut. Hewan apa yang akan mereka temui? Akan seperti apa safari itu? Seperti apa baunya? Suara apa yang akan dihasilkan hewan?

 

8.     Luangkan waktu untuk kreativitas (menjadi role model).

Karena anak-anak belajar dari melihat orangtua mereka, jadilah orangtua yang kreatif. Bergabunglah dengan anak ketika mereka menggambar atau membangun balok-balok atau mewarnai. Lakukan dialog, cari tahu ide yang ia buat dan sesekali ajak berkarya bersama.

 

Bagaimana, tidak ada yang sulit kan, Moms?