dr. Ellen Theodora Redaksi Klikdokter.com

Berpuasa dapat diterapkan kepada anak sejak dini. Namun, bagaimana caranya agar mereka tetap kuat dan aktif?

Bulan Ramadan akan datang sebentar lagi. Umat Muslim bersiap menjalankan ibadah puasa, dan pastinya banyak yang sudah tidak sabar untuk menyambut bulan suci penuh kemenangan ini. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga antusias untuk berpuasa walaupun hal ini belum termasuk kewajibannya.

Begitu banyak nilai tambah dan sisi positif yang bisa didapatkan si Kecil dengan berpuasa. Namun, jangan sampai hal ini justru membuat mereka jadi lemas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa kiat yang dapat diterapkan agar anak tetap aktif walaupun berpuasa:

  • Awali dengan sahur yang bergizi seimbang
    Asupan yang dikonsumsi pagi hari ini tentunya akan sangat berpengaruh bagi kondisi tubuh si Kecil. Sajikan makanan dengan kandungan karbohidrat, protein dan sayuran yang seimbang.
    Karbohidrat yang dipilih dapat berupa karbohidrat kompleks (kaya akan serat) sehingga pelepasan energinya bisa lebih lambat dan kenyang pun lebih lama. Misalnya, nasi merah, oatmeal, ubi, gandum, dan kacang-kacangan. Ditambah pula dengan protein yang baik seperti daging tanpa lemak, telur, dan produk olahan susu.

  • Jangan menghindari sahur
    Usahakan agar si Kecil ikut sahur jika ingin tetap berpuasa. Dengan sahur, maka tubuh dapat menyeimbangkan cadangan energi selama satu hari menjalankan puasa.

  • Minum susu saat sahur dan saat ingin tidur malam
    Minum susu dapat membantu menjaga kekebalan tubuh dan memberikan tenaga ekstra untuk anak. Nutrisi yang masih kurang dari makanan saat sahur juga dapat terlengkapi dengan minum susu.

  • Minum air putih yang cukup, baik saat sahur maupun berbuka
    Banyaknya cairan yang masuk ke dalam tubuh dapat membantu meminimalkan kekurangan cairan, atau dehidrasi. Tubuh anak pun dapat tetap terjaga kesegarannya sehingga bisa tetap aktif.

  • Istirahat yang cukup
    Waktu istirahat yang cukup juga penting. Ajaklah anak untuk tidur lebih awal agar tidak lemas saat dibangunkan pada subuh hari. Ingat bahwa kebutuhan tidur tiap anak berbeda-beda sesuai usia, jadi pastikan mereka tidak tidur terlalu lama.

  • Olahraga
    Selama berpuasa bukan berarti tak boleh berolahraga. Aktivitas ini justru bermanfaat untuk metabolisme tubuh. Hanya saja, hindarilah kegiatan yang terlalu aktif—misalnya bermain bola—karena dapat menguras energi. Untuk amannya, anak bisa berolahraga sesaat sebelum berbuka agar mereka bisa langsung mengganti cairan yang hilang saat beduk tiba.

  • Hindari asupan yang dapat mengganggu pencernaan
    Contohnya adalah makanan bersantan, makanan yang terlalu pedas, makanan yang agak berminyak, gorengan, dan minuman berkarbonasi. Mengonsumsi asupan tersebut terlalu banyak dapat menimbulkan rasa lelah, malas, dan mengantuk. Kebiasaan makan terlalu berlebihan juga harus diubah.

  • Berikan kegiatan menarik di rumah
    Ini penting agar anak tetap semangat menunggu waktu berbuka puasa. Bermain bersama si Kecil dapat dilakukan dengan membacakan buku cerita, menggambar, mewarnai, mengaji, atau kegiatan lain yang dapat dilakukan di rumah dan tetap terasa menyenangkan tanpa menjadikan anak kelelahan.

 

Selain kiat yang sudah dijelaskan, tentunya peranan orang tua juga dibutuhkan untuk kesuksesan puasa si Kecil. Pastikan Ayah dan Bunda juga dalam kondisi prima, agar terus bisa memberikan contoh yang baik untuk anak. Jadi sudah siap, kan, untuk memasuki bulan puasa?