dr. Reza Fahlevi (Redaksi klikdokter.com)

Kemampuan bicara merupakan salah satu perkembangan anak yang penting. Cermati jika ada keterlambatan agar Anda tahu kapan anak butuh terapi wicara.

Kemampuan bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan utama pada anak. Namun, pada kehidupan sehari-hari masih ditemui anak-anak dengan gangguan bicara yang tidak mendapatkan intervensi khusus. Padahal, ada tanda-tanda yang perlu orang tua perhatikan sehingga tahu kapan anak membutuhkan terapi wicara.

Gangguan bicara sering dianggap sepele oleh orang tua. Padahal, ini dapat berdampak besar untuk kehidupan anak di masa mendatang. Anak yang memiliki gangguan bicara kerap mengalami kesulitan bersosialisasi karena masalah komunikasi, yang ke depannya akan menyulitkannya dalam persaingan dunia kerja. Inilah mengapa terapi wicara sejak dini diperlukan pada anak-anak dengan gangguan bicara.

Bagaimana perkembangan bicara yang normal pada anak?

Kemampuan bicara pada anak dimulai dari tahapan usianya, yaitu:

  • 1,5 bulan : mengeluarkan suara
  • 6 bulan : berceloteh
  • 10 bulan : mengatakan kata seperti “Mama” atau “Dada”
  • 12 bulan : mengucapkan kata
  • 18 bulan : berbicara 10–15 kata dan mengerti perintah sederhana 
  • 2 tahun : bisa mengombinasikan dua kata dan memiliki setidaknya 50 kosakata
  • 4 tahun : mampu bertanya berbagai pertanyaan dan bercerita
  • 5 tahun : melakukan percakapan secara detail


Tanda-tanda anak membutuhkan terapi wicara

Terapi wicara merupakan suatu terapi khusus untuk meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Terapi ini dibutuhkan pada keadaan-keadaan berikut:

  1. Adanya keterlambatan perkembangan bicara
    Mengacu pada perkembangan bicara anak yang tidak mengalami gangguan seperti yang disebutkan di atas, maka tanda-tanda keterlambatan bicara pada anak di antaranya:

    • Usia 12 bulan bayi masih berceloteh
    • Usia 16 bulan anak belum bisa mengucapkan kata
    • Usia 24 bulan ia masih belum bisa mengucapkan dua kata secara jelas

    Jika Anda mendapati tanda-tanda di atas, segera bawa ia ke dokter agar bisa dilakukan screening kemampuan bicara anak. Jika memang ditemukan adanya keterlambatan, maka dokter akan mencari penyebabnya dan merekomendasikan terapi wicara untuk anak.

  2. Adanya gangguan pendengaran
    Gangguan pendengaran merupakan salah satu penyebab gangguan bicara pada anak, karena pada dasarnya proses berbicara dimulai dari proses mendengar. Apabila anak tidak melihat saat dipanggil dari belakang atau anak tidak merespons terhadap suara, sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter untuk tes pendengaran. Jika ditemukan adanya gangguan pendengaran, maka diperlukan tindakan dari dokter spesialis THT. Terapi wicara juga perlu dilakukan secara simultan untuk mengatasinya.

  3. Adanya gangguan pemahaman bahasa
    Gangguan pemahaman bahasa ditandai jika anak mampu berkomunikasi tapi tidak mengerti apa yang dikomunikasikan oleh orang lain, atau memberikan respons yang tidak sesuai terhadap hal yang disampaikan. Jika Anda melihat tanda ini, bisa jadi ada masalah pada pusat otak yang mengatur fungsi pemahaman bahasa atau adanya masalah retardasi mental yang perlu mendapat intervensi segera dari ahli neurologi anak, psikiatri anak, dan terapi wicara.

  4. Adanya perilaku tidak wajar
    Jika anak memiliki perilaku tidak wajar seperti enggan berkomunikasi, memberikan kontak mata minimal saat berkomunikasi, hanya tertarik pada hal tertentu, dan sering melakukan hal yang sama berulang kali, bisa jadi ada masalah mental seperti autisme. Untuk itu, Anda perlu membawa anak untuk screening lebih lanjut. Jika benar anak mengalami autisme atau gangguan perilaku lainnya, terapi wicara harus dilakukan sebagai salah satu aspek terapi pada anak.

  5. Gagap
    Jangan sepelekan anak yang gagap karena ini dapat terus berlanjut hingga ia dewasa. Apabila anak gagap, jangan tunda untuk membawanya ke dokter dan ahli terapi wicara untuk melatih kemampuannya bicara supaya kegagapannya dapat diatasi.

  6. Cadel
    Sayangnya, banyak yang menganggap cadel adalah hal yang lucu. Padahal, cadel merupakan gangguan bicara yang perlu diintervensi oleh ahli terapi wicara. Sebagian cadel disebabkan oleh masalah anatomis yang tidak dapat diubah, tapi sebagian lagi dapat diperbaiki dengan dilakukannya terapi wicara.

  7. Gangguan vokal
    Gangguan vokal seperti suara anak yang sengau, serak, atau bicara yang tidak jelas juga perlu dievaluasi penyebabnya dan mendapatkan terapi wicara sesegera mungkin. Dengan demikian dapat segera diperbaiki dan tidak terbawa hingga ia dewasa kelak.


Supaya tidak terlambat, sebaiknya orang tua harus mencermati perkembangan bicara anak. Jika ada satu atau beberapa dari tujuh tanda di atas, bawa anak ke dokter spesialis anak sehingga terapi wicara bisa dilakukan sedini mungkin jika diperlukan. Jika terdeteksi dini, gangguan bicara pada anak bisa ditangani lebih baik.

(RN/ RH)

SEO: Terapi Wicara

Tags: Anak, Terapi Wicara Anak, Tumbuh Kembang Anak, Perkembangan Bicara Anak