Penulis: dr. Atika (Redaksi Klikdokter.com)

 

Anak disleksia akan mengalami kesulitan dalam belajar membaca. Tak perlu cemas, berikut ini adalah kiat untuk mengajarkannya.

Disleksia pada anak merupakan gangguan proses belajar akibat kesulitan untuk membaca, menulis, atau mengeja kata-kata. Anak disleksia kerap mengalami kesulitan untuk menerjemahkan susunan kata yang tertulis (decoding), sekalipun kata tersebut biasa digunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mengenal Penyakit Disleksia

Disleksia bisa terjadi akibat adanya kelainan di area otak yang bertugas untuk memproses bahasa. Padahal, penderita tidak mengalami gangguan penglihatan.

Anak disleksia umumnya memiliki inteligensi, motivasi, dan kesempatan belajar yang baik. Namun, sering kali mereka kesulitan dalam memahami pelajaran yang disampaikan secara visual maupun suara.

Hal ini terjadi karena otak anak yang memiliki gangguan disleksia tidak mampu untuk menerjemahkan gambar atau suara yang dilihat oleh mata atau didengar oleh telinga. Penyebab anak mengalami disleksia belum diketahui secara pasti, namun faktor genetik memegang peranan besar atas terjadinya kondisi ini.

Selain itu, anak yang lahir secara prematur dan memiliki berat badan lahir rendah juga sangat rentan mengalami disleksia.

Tanda anak Anda mengalami disleksia

Meski disleksia sulit diketahui sebelum anak memasuki usia sekolah, Anda perlu mengetahui gejala disleksia agar dapat lebih waspada. Berikut ini adalah tanda-tanda yang perlu Anda curigai bila si Kecil mengalaminya sebelum usia sekolah:

  • Terlambat berbicara.
  • Lambat dalam mempelajari kosakata baru.
  • Sulit mengucapkan kata dengan benar, misalnya dalam mengeja suatu kata atau bingung dengan kata-kata yang berbunyi serupa.
  • Sulit mengingat atau menamai huruf, angka dan warna.
  • Sulit mempelajari rima lagu anak-anak atau sulit bermain kata-kata berima, seperti kata pola, bola dan mula.

Selain berbagai hal di atas, tanda-tanda disleksia lainnya akan semakin jelas terlihat ketika anak memasuki usia sekolah, antara lain:

·         Kemampuan membaca yang terlambat, tidak sesuai dengan usia.

·         Kesulitan memproses dan memahami apa yang didengarnya.

·         Sulit menemukan kata yang tepat atau menjawab pertanyaan.

·         Sulit mengingat urutan berbagai hal.

·         Sulit menemukan kesamaan atau kemiripan antara beberapa kata.

·         Tidak mampu menyebutkan bunyi kata yang tidak familier.

·         Sulit mengeja

·         Butuh waktu lama dalam mengerjakan tugas yang membutuhkan aktivitas membaca atau menulis.

·         Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca.

·         Sulit memahami peribahasa atau perumpamaan, misalnya tidak memahami perumpamaan ‘besar kepala’.

·         Sulit meringkas cerita.

Tanda disleksia dapat muncul dengan jelas, namun terkadang juga bisa samar. Pada beberapa kasus, disleksia bisa tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun, bahkan setelah penderita berusia dewasa.

 

Menangani Anak Disleksia

Hingga kini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan disleksia secara sempurna. Namun, diagnosis disleksia sejak dini dan pemberian penanganan yang tepat dapat memberikan hasil yang maksimal. Untuk usia berapa pun, terutama usia anak-anak, tidak pernah ada kata terlambat untuk menangani disleksia.

Anak dengan kesulitan membaca seperti disleksia tetap dapat mampu mencapai kesuksesan akademik yang membanggakan. Hal yang perlu Anda lakukan sebagai orang tua adalah memulai penanganan multi-disiplin, mulai dari dokter anak, psikolog anak, fisioterapis wicara, bahkan hingga guru sekolah sang anak.

Kerja sama berbagai pihak akan semakin meningkatkan kesuksesan penanganan anak dengan disleksia.

Meskipun telah menyerahkan anak pada para ahlinya, peran orang tua tetap diperlukan untuk membantu anak mengurangi kesulitan membaca dengan berbagai aktivitas di rumah seperti berikut ini:

  • Rutin mengenalkan si Kecil dengan susunan huruf dan kata yang sering diucapkan oleh orang-orang di sekitarnya.
  • Mulailah dengan mengenalkan susunan huruf atau kalimat yang pendek dan familier dengan anak.
  • Perbanyak waktu membaca buku bersama anak. Anda dapat membacakan buku dengan lantang dan jelas pada si Kecil.
  • Perluas kegiatan membaca bersama anak. Tidak sekedar mengeja kata, kembangkan kata-kata yang dibaca dengan memperluas ide-ide yang terkandung dalam suatu kalimat. Dengan begitu, anak berpikir kreatif dan mampu mendapatkan keterkaitan antar kata yang memiliki makna serupa.
  • Dorong si Kecil untuk lebih sering membaca bila ia sudah mulai menguasainya. Bila perlu, berikan apresiasi dan hadiah untuk kerja kerasnya, misalnya dengan memberinya kesempatan untuk bermain di tempat favoritnya.
  • Berikan contoh yang baik bahwa membaca itu menyenangkan. Terapkan budaya membaca dan jadikan aktivitas membaca sebagai kegiatan sehari-hari, sehingga anak menganggapnya sebagai hal yang menarik.

Demikianlah tips yang dapat dilakukan oleh orang tua sebagai upaya untuk membantu anak disleksia belajar membaca. Perlu dipahami, mengajarkan anak disleksia membaca memang membutuhkan kesabaran dan optimisme tingkat tinggi. Dengan demikian, si Kecil juga bisa sukses secara akademik. Jadi, bila anak Anda mengalami disleksia, jangan menyerah dalam mengajarkannya membaca, ya!