Berada dalam ruangan gelap terutama saat sendirian tmerupakan salah satu ketakutan terbesar yang bisa dialami anak-anak. Berdasarkan sebuah studi International Journal of Psychophysiology yang dilakukan pada 2015 menunjukkan bahwa rasa takut tidak selalu pada kegelapan, tetapi lebih merupakan ketakutan pada malam hari. Seorang psikolog perkembangan, Jean Piaget menemukan bahwa anak-anak yang berusia tujuh tahun mengalami kesulitan memahami perbedaan antara fantasi dan kenyataan. Hal ini membuat mereka membayangkan sosok hantu atau monster yang berada di bawah tempat tidur.

Orang tua berperan penting dalam mendampingi anak ketika mereka merasa takut akan sesuatu. Meskipun itu akan membuat Moms sebagai orang tuanya merasa lelah karena haru bolak-balik dari tempat tidur karena mendengar tangisan anak. Berikut ini adalah beberapa cara untuk bisa Moms lakukan secara mandiri untuk membantu anak menghadapi rasa takutnya.

1. Hargai perasaan anak

Daripada mengatakan “Jangan takut”, sebaiknya Moms mengatakan “Tidak apa untuk merasa takut”. Sebagai orang tua, Moms harus mencoba untuk mengenali apa yang ditakutkan oleh anak. Selanjutnya, katakan secara perlahan-lahan untuk tidak perlu takut pada monster ataupun semacamnya karena Moms akan melindunginya. Sebaiknya, Moms juga tidak membiarkan anak bersikap berlebihan hanya untuk mendapatkan perhatian Moms.

2. Salurkan rasa takut itu melalui karya seni

Dorong anak-anak untuk menggambarkan monster yang mereka lihat atau perasaan yang mereka rasakan. Dengan menggambarkan ataupun aktivitas seni yang lain, membuat anak-anak mengatasi ketakutannya. Kemudian, bicarakan hasil gambaran atau karya seninya dengan bijak. Cobalah untuk melakukan ini sebelum jam tidurnya.

3. Kontrol anak, terutama pada jam tidur

Terkadang, anak-anak membutuhkan sesuatu untuk membuatnya berani saat tidur. Moms bisa bertanya padanya apa yang akan membuatnya merasa aman dan berani. Mereka mungkin akan meminta untuk tidur bersama boneka atau pakaian superhero kesayangannya. Moms juga perlu mengontrol mana hal yang boleh atau tidak untuk dilakukan. Selain itu, Moms dan anak dapat melakukan rutinitas sebelum tidur, seperti gosok gigi atau pelukan Ibu dan Ayah. Biarkan anak menaati jam tidur yang sudah disepakati.

4. Pasang lampu tidur di kamar

Sebelum tidur, Moms bisa mengajak untuk melakukan hal yang menyenangkan seperti bermain senter di saat gelap atau melihat bintang dan bulan di langit malam yang gelap. Cara ini diharapkan agar anak tidak menganggap gelap sebagai sesuatu yang mengerikan. Menggunakan tambahan lampu tidur juga merupakan salah satu cara yang dapat membantu anak saat tidur. Namun, Moms perlu memperhatikan jenis lampu tidur yang akan digunakan. Pilihlah yang tidak terlalu terang dan letakan jauh dari wajah anak.

5. Membaca buku, terutama tentang mengatasi rasa takut

Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa membaca buku tentang mengatasi ketakutan akan kegelapan dapat mengurangi rasa takut anak-anak saat malam hari selama beberapa minggu. Ketika anak yang sudah lebih besar masih percaya ada monster di bawah tempat tidur atau lemari, ingatkan bahwa itu hanya imajinasinya saja. Moms juga bisa membacakan dongeng-dongeng pengantar tidur untuk membuatnya merasa lebih nyaman saat akan tidur.

6. Kontrol penggunaan media pada anak

Di masa sekarang, teknologi berkembang dengan pesatnya, anak-anak bisa dengan mudah mengakses media, seperti televisi dan smartphone. Orang tua perlu mengawasi dan membatasi media yang digunakan oleh anak. Sebuah studi yang dilakukan pada 2008 Media and Children's Aggression, Fear, and Altruism, menjelaskan bahwa anak-anak tidak hanya bisa menyaksikan dan berbagi emosi yang dialami oleh karakter pada media, tetapi juga menanggapi secara langsung secara emosional peristiwa yang digambarkan dalam media. Banyak dari penelitian mengenai kapasitas media dalam membangkitkan emosi anak-anak telah terfokus pada kemampuannya untuk membangkitkan ketakutan dan kecemasan pada anak.