Pentingnya Mengajari Anak Toilet Training Sejak Dini
30 Januari 2018

 

Penulis : Irma Gustiana Andriani, M.Psi, Psi

Usia balita adalah fase yang penting dalam pembentukan kebiasaan baik, salah satunya mengajari si kecil melakukan toilet training. Dengan mengajari anak toilet training maka orangtua sedang menanamkan kebiasaan pada anak untuk buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya di toilet. Selain menanamkan kebiasan baik, ada beberapa manfaat lain yang juga akan dirasakan ketika anak toilet training, seperti :

  1. Melatih kemandirian

Toilet training menjadi awal terbentuknya kemandirian anak, sebab anak sudah bisa melakukan hal-hal yang kecil seperti buang air kecil dan buang air besar. Kemandirian merupakan dasar dari pembentukan kebiasaan lainnya.

  1. Mengetahui bagian-bagian tubuh dan fungsinya

Toilet training juga dapat membuat anak mengetahui bagian-bagian tubuh serta anatomi tubuhnya. Orang tua pun dapat mengajarkan anak agar bisa memahami area pribadi dirinya melalui aktivitas toilet training.

  1. Tanggung jawab

Selain kemandirian, anak juga akan belajar bertanggung jawab. Anak yang tidak diajarkan toilet training tepat pada waktunya akan mempengaruhi rasa tanggung jawabnya. Anak akan selalu bergantung kepada orang lain untuk membereskan urusannya dan membuatnya cenderung manja dan kurang bertanggung jawab terhadap hal yang ia lakukan.

  1. Anak paham akan kebersihan diri

Anak-anak yang dilatih toilet training sejak dini akan belajar untuk memahami kebersihan diri dan juga lingkungannya. Dengan mendengarkan instruksi, mencontoh dan juga melakukan urutan kegiatan toilet training, ia akan terbiasa pada kebersihan. Contohnya, saat ia bisa membersihkan diri, menyiram dengan flush dan mencuci tangan sendiri.

Sebaliknya jika anak tidak terbiasa, maka akan cenderung abai pada kebersihan diri. Contohnya, saat celananya basah karena mengompol, ia akan kurang inisiatif dan menunggu orang lain. Akibatnya bisa terjadi iritasi dan mengganggu kesehatannya.

  1. Belajar menahan dan mengontrol

Toilet training mengajari anak untuk menahan dan mengontrol. Ia belajar mengantisipasi kapan harus ke toilet, kapan harus menahan dan membuang saat buang air kecil ataupun air besar. Jika anak kurang mampu melakukan antisipasi, ada kemungkinan dalam kehidupannya kelak ia akan kesulitan untuk adaptasi dengan situasi.

  1. Hambatan dalam sosialisasi

Bila kemampuan ini tidak juga dikuasai anak sampai usia pra sekolah atau bahkan usia sekolah, anak bisa saja menjadi malu di hadapan teman-temannya. Anak yang kurang terampil akan selalu meminta bantuan orang dewasa, misalnya guru. Hal ini tentu akan mempengaruhi kepercayaan dirinya ketika berada bersama teman-temannya.

Nah, agar orang tua dan anak bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari latihan toilet training maka orang tua perlu memiliki kesabaran yang tinggi dalam melatihnya. Melakukan pemaksaan tentu akan membuat anak menjadi tidak nyaman saat toilet training.

Selamat mengasuh, Moms.

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar