Mengenal 5 Gejala Difteri pada Anak
10 Januari 2018

 

Penulis : dr. Reza Fahlevi

Agar terhindar dari dampak buruk, Anda perlu mengenali tanda-tanda anak yang terserang difteri.

Angka kejadian penyakit difteri meningkat belakangan ini. Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya, sebab dapat menyebabkan kematian. Difteri tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak.

Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda anak yang terserang difteri sangat penting. Berikut ini tanda-tanda difteri pada anak:

  1. Nyeri tenggorokan

Kuman difteri menyerang saluran napas, terutama saluran napas bagian atas (dari hidung hingga tenggorokan). Itu sebabnya, 85–90 persen anak dengan difteri mengalami nyeri tenggorokan. Nyeri tenggorokan dapat disertai dengan batuk dan ingus berwarna putih bercampur nanah.

  1. Demam

Demam terjadi pada 50–85 persen anak dengan infeksi difteri. Gejala lain yang menyertai demam yaitu nyeri kepala dan rasa tidak enak badan. Akan tetapi, demam pada difteri biasanya tidak setinggi demam pada infeksi virus.

  1. Adanya pseudomembran

Ini merupakan gejala yang khas dari infeksi difteri. Infeksi difteri menyebabkan terbentuknya selaput berwarna putih di daerah jalan napas atau disebut pseudomembran.

Selaput ini mudah terkelupas dan berdarah. Jika tidak segera ditangani, selaput ini akan menyebabkan sumbatan jalan napas, sehingga menimbulkan sesak napas hingga berakibat kematian.

  1. Suara serak

Gejala lain dari infeksi difteri adalah suara serak. Suara serak terjadi jika infeksi difteri sudah sampai ke pita suara, sehingga menyebabkan peradangan pita suara. Sekitar 20–40 persen pasien difteri mengalami suara serak.

  1. Bull’s neck

Bull’s neck yaitu pembengkakan daerah leher. Pembengkakan ini disebabkan oleh pembesaran kelenjar getah bening daerah leher, serta pembengkakan jaringan lunak sekitar leher akibat proses peradangan.

Gejala difteri memang sulit dibedakan dengan keluhan batuk, pilek, dan demam biasa. Akan tetapi, ada beberapa gejala yang spesifik pada difteri seperti pseudomembran, bull’s neck, serta ingus berwarna putih.

Dibandingkan dengan gejala pada orang dewasa, gejala difteri pada anak biasanya lebih berat. Hal itu terjadi karena daya tahan tubuh anak lebih rendah. Bila terdapat gejala pada anak yang mengarah ke penyakit difteri pada anak, Anda dapat segera memeriksakannya ke dokter.

[BA/ RH]

SEO/ Tag       : Difteri, Gejala difteri, Anak,

Sumber:

https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/dip.html

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar