Efek Minum Susu Setelah Anak Konsumsi Antibiotik 
10 April 2018

 

 

 

Oleh : dr. Alvin Nursalim

Anak Anda sedang sakit dan perlu minum antibiotik? Awas, jangan berikan bersama dengan susu!

Ketika anak terkena penyakit akibat infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Obat ini harus dikonsumsi dengan cara yang tepat, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Terkait hal ini, banyak yang beranggapan bahwa efektivitas antibiotik bisa hilang sama sekali jika dikonsumsi bersamaan dengan susu.

Perlu diketahui, proses penyerapan antibiotik oleh tubuh dimulai ketika obat tersebut masuk ke dalam saluran pencernaan. Proses tersebut bisa terganggu jika derajat keasaman lambung tidak stabil. Nah, susu adalah salah satu asupan yang dapat menyebabkan terganggunya derajat keasaman di dalam lambung.

Salah satu contoh antibiotik yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan susu adalah golongan tetrasiklin. Antibiotik ini hanya dapat dikonsumsi saat perut kosong.

Perhatikan Ini ya, Moms!

Sejatinya, antibiotik adalah golongan obat yang tidak boleh dikonsumsi seenaknya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait antibiotik, di antaranya:

  1. Durasi

Antibiotik adalah obat yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Karena itu, obat ini perlu diberikan dalam durasi tertentu, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Jika dokter meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi anak, pastikan Anda bertanya mengenai durasi pemberian obat ini. Setelah itu, pastikan anak Anda mengonsumsi obat ini hingga benar-benar habis, sesuai dengan durasi yang diberikan oleh dokter.

Antibiotik yang dikonsumsi dengan dosis dan durasi yang tidak sesuai dapat menyebabkan pengobatan yang tidak optimal.

  1. Sesuaikan dengan waktu makan

Saat dokter memberikan anjuran untuk mengonsumsi antibiotik setengah jam setelah makan, pastikan anak Anda benar-benar mematuhi aturan tersebut. Jangan lalai, karena antibiotik yang dikonsumsi berdekatan dengan waktu makan dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat tersebut.

Tidak terbatas pada makanan, beberapa jenis antibiotik juga tidak efektif jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin dan mineral–seperti kalsium dan besi. Karena itu, hindari penggunaan antibiotik dengan suplementasi kalsium dan besi, termasuk asupan yang mengandung zat gizi tersebut seperti susu.

  1. Perhatikan efek samping

Penggunaan antibiotik juga berpotensi menyebabkan efek samping pada penggunanya. Maka itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja efek samping yang mungkin timbul akibat mengonsumsi obat-obatan jenis tersebut.

Efek samping penggunaan antibiotik bervariasi, mulai dari yang ringan seperti mual dan muntah, hingga keluhan yang cukup mengganggu seperti diare. Jika anak Anda mengalami efek samping akibat antibiotik, jangan ragu untuk melaporkan hal ini ke dokter yang memberikan obat tersebut.

  1. Pertimbangkan probiotik

Antibiotik tidak hanya dapat membunuh bakteri penyebab penyakit, namun juga dapat menyebabkan kematian berbagai bakteri baik (probiotik) yang bermanfaat bagi tubuh Anda.

  1. Antibotik yang dilarang untuk anak

Tidak semua antibiotik aman digunakan untuk anak Anda. Beberapa jenis antibiotik lebih baik dihindari penggunaannnya jika usia anak masih di bawah 18 tahun. Salah satu contoh antibiotik yang dilarang penggunaannya pada anak adalah golongan quinolon. Antibiotik golongan tersebut dapat mengganggu proses pertumbuhan tulang.

Sekarang Anda sudah tahu fakta medisnya, bukan? Pastikan Anda benar-benar mematuhi apa saja yang sudah disampaikan, agar anak tidak mengalami resistensi antibiotik nantinya. Salam sehat!

Sumber:

Liebowitz. Why milk and antibiotics don’t mix. Diunduh dari https://www.everydayhealth.com/internal-medicine-specialist/why-milk-and-antibiotics-dont-mix.aspx (21 Maret 2018)

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar