Berapa tinggi badan anak yang normal berdasarkan usianya? Berikut pembahasannya.

Selengkapnya >

Berapa tinggi badan anak yang normal berdasarkan usianya? Berikut pembahasannya.

Ketika melihat anak disejajarkan dengan teman sebayanya, ada yang terlihat lebih pendek, lebih tinggi atau sama tinggi. Sebenarnya, berapa tinggi badan anak yang tergolong normal?

Tinggi setiap anak dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Misalnya genetik, nutrisi, hormon, lingkungan, dan kesehatan anak secara umum. Karenanya Moms tidak bisa memastikan normal atau tidaknya tinggi anak hanya dengan membandingkan dengan anak lain seusianya.
 
0
Mendidik anak sejak anak usia dini amatlah penting. Salah satu aspek yang paling menentukan keberhasilan anak di masa yang akan datang adalah penanaman disiplin terutama dari keluarga. Penanaman displin sejak dini kelak berpengaruh pada perkembangan moral anak saat dia beranjak dewasa. Disiplin menuntut kesadaran dari seorang anak untuk melakukan yang patut dilakukan dan tidak melakukan apa yang sebaiknya tidak harus dilakukan. Melalui disiplin anak diajarkan tentang bagaimana berperilaku berdasarkan standar norma kelompok sosial. Mengajarkan anak kedisiplinan yang tepat akan mendorong terbentuknya perilaku moral yang positif pada anak.



Pada prinsipnya disiplin adalah keharusan bagi anak untuk taat pada peraturan-peraturan yang berlaku di sekitarnya, baik dirumah, sekolah ataupun lingkungan masyarakat bahkan bernegara. Disiplin merupakan sikap moral seseorang yang tidak secara otomatis ada pada dirinya sejak lahir, tetapi harus dibentuk oleh lingkungan melalui perlakuan orang tua terhadap anak, sebagai role model pertama anak. Jika usianya bertambah dan lingkungannya semakin luas, maka tugas dan tanggung jawab mendisiplinkan anak juga dibebankan kepada orang dewasa lain yang ada di sekitar anak seperti guru atau tokoh masyarakat.







Untuk memperluas pemahaman orangtua mengenai dampak positif penerapan displin pada anak, berikut kita simak bersama manfaatnya :



1. Disiplin terkait dengan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Dengan mengajarkan kedisiplinan anak sejak dini, nantinya ia akan belajar bersikap menyesuaikan dirinya untuk mencapai hidup yang bahagia dalam lingkungan sosialnya.

2. Memberi rasa aman pada anak.

Melalui disiplin anak diberi tahu dan diajarkan mengenai batasan-batasan dalam bertingkah laku sehingga dia tahu bagaimana bersikap sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di lingkungan sosialnya & merasa aman beraktivitas.

3. Membantu anak menghindari rasa bersalah dan rasa malu akibat perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang ada di lingkungannya.

4. Disiplin dapat meningkatkan motivasi anak untuk melakukan apa yang dirinya sendiri ingin lakukan atau kerjakan sehingga mencapai hasil yang diinginkan oleh sang anak itu sendiri.

5. Mengajarkan keteraturan.

Anak yang memahami arti kedisplinan akan mampu untuk mengelola waktu dengan baik dan teratur. Ia bisa memahami prioritas dalam kesehariannya, sehingga akan lebih mudah baginya dalam menjalankan tugas-tugasnya.

6. Menumbuhkan sikap percaya diri.

Selain rasa aman, kedisiplinan juga mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang percaya diri karena ia paham mana yang harus ia lakukan dan mana yang harus dihindari.

 
104
 
0
Sunat pada anak laki-laki memang sudah biasa dilakukan. Namun, usia berapa yang tepat untuk melakukannya?
Sunat atau sirkumsisi adalah proses membuang kulit yang menutupi penis bagian depan. Prosedur ini sudah lama dilakukan, dan hampir diterapkan ke semua anak laki-laki di dunia. Pertanyaannya, kapan sebaiknya anak disunat?
Manfaat Sunat bagi Kesehatan
Sunat dapat dilakukan secara suka rela, ataupun akibat adanya alasan medis tertentu. Misalnya anak yang memiliki fimosis, di mana kulit ujung penis terlalu kencang yang dapat menggangu proses berkemih dan ereksi.
Meskipun terdengar mengerikan, sunat ternyata bermanfaat mencegah infeksi. Pada anak yang tidak disunat, kotoran dapat menumpuk di bawah kulit ujung penis sehingga dapat menjadi sumber kuman. Sunat juga dapat menurunkan risiko terkena infeksi saluran kencing, lho!
Di balik semua manfaatnya, sebenarnya sunat tidak diwajibkan secara medis. Tindakan ini dilakukan apabila orangtua dari anak tersebut mengizinkan.
Namun tidak semua anak dapat langsung disunat, dan mungkin membutuhkan penanganan dari dokter spesialis. Misalnya pada anak yang memiliki kelainan lubang kencing ataupun kelainan pembekuan darah.



Saat yang Tepat
Sebenarnya, tidak ada batasan usia yang ideal untuk melakukan sunat. Namun pada bayi, sunat lebih mudah dikerjakan dan perdarahannya juga sedikit. Karena itu, tindakan ini biasanya dilakukan di rumah sakit pada anak laki-laki yang baru lahir sebelum ia meninggalkan rumah sakit.
Untuk anak usia 1-3 tahun, sunat boleh saja dilakukan. Namun prosesnya akan lebih sulit, karena anak sudah aktif meski belum mengerti betul ucapan orang dewasa.
Proses penyembuhannya pun bisa membutuhkan waktu yang lebih lama. Ini karena anak sangat aktif, sehingga sulit untuk mengontrol perdarahannya. Di samping itu, risiko komplikasi dari prosedur sunat itu sendiri juga semakin meningkat.
Jadi, jika Moms memiliki anak usia 1-3 tahun dan ingin disunat, sebaiknya tunggulah agar ia berusia lebih dari itu. Ini dilakukan agar tidak banyak komplikasi yang terjadi, dan proses penyembuhannya juga lebih cepat.
Bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, silakan ajukan pertanyaan Moms ke klikdokter.com.
Sources
http://www.nhs.uk/conditions/Circumcision-in-children/Pages/Introduction.aspx
http://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html?WT.ac=pairedLink
http://health.liputan6.com/read/623725/umur-berapa-yang-ideal-untuk-sunat-anak-lelaki
https://www.verywell.com/what-is-a-toddler-289861
 
535
 
0
Siapa sangka, ternyata minum susu memberikan manfaat mengejutkan ini bagi tubuh!
Sejak baru dilahirkan, bayi sudah mendapat makanan melalui Air Susu Ibu (ASI). Karena itu, anak mana yang tidak suka susu? Jarang sekali anak-anak yang tidak menyukai minuman penuh nutrisi ini.
Karena kaya akan nutrisi, susu menjadi asupan yang sangat bermanfaat bagi tubuh anak-anak dan juga dewasa. Minuman ini dapat menjaga kebutuhan cairan tubuh karena 87% kandungannya adalah air.
Selain itu, susu juga bermanfaat sebagai:
1. Sumber Energi
Susu dapat menjadi sumber energi bagi tubuh, karena mengandung kalori –karbohidrat, protein dan lemak. Kalori yang terkandung adalah sebanyak 4 kcal/gram karbohidrat dan protein, dan 9 kcal/gram lemak.
Karbohidrat pada susu tersimpan dalam bentuk laktosa (salah satu bentuk dari glukosa). Zat ini harus dipecah dengan enzim terlebih dahulu sebelum akhirnya diserap oleh tubuh.
Pada orang yang kekurangan enzim, kandungan ini dapat mencetuskan penyakit yang disebut dengan alergi laktosa. Jika Moms alergi laktosa, pilihlah jenis susu yang tidak mengandung laktosa.
Protein pada susu bermanfaat dalam membantu pembentukan otot, kulit, rambut dan sel tubuh. Sedangkan lemak bermanfaat dalam pembentukan struktur sel membran dan hormon. Namun terlalu banyak lemak tidak baik untuk kesehatan. Itulah sebabnya banyak produsen memproduksi susu rendah lemak atau sama sekali tidak mengandung lemak.

2. Sumber Vitamin
Susu mengandung banyak vitamin. Di antaranya, vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, dan K.
Vitamin A baik untuk mata dan dan vitamin C merupakan antioksidan bagi tubuh. Sedangkan vitamin B bermanfaat bagi metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, sementara itu vitamin B12 berpengaruh terhadap fungsi darah. Vitamin D dan K sangat baik untuk kesehatan tulang.
3. Sumber Mineral
Mineral memiliki peran dalam fungsi enzim, pembentukan tulang, keseimbangan cairan dan transportasi oksigen. Susu mengandung Kalsium, Magnesium dan Mangan yang penting dalam pembentukan dan metabolisme tulang.
Zat Besi pada susu penting sebagai komponen darah & Tembaga adalah komponen enzim untuk metabolisme Zat Besi. Susu juga mengandung Fosfor untuk menjaga keasaman tubuh.
Kalium dan Sodium, elektrolit yang menjaga keseimbangan cairan tubuh, juga terdapat pada susu. Susu pun menjadi sumber yang baik akan Zink (Seng), yang merupakan komponen dari banyak protein dan enzim.

Sudah tahu ‘kan apa saja manfaat susu bagi tubuh? Yuk, konsumsi minuman ini agar kebutuhan nutrisi dapat terus terpenuhi. Dengan demikian, tubuh pun dapat berfungsi dan berkembang dengan lebih optimal.
Bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, silakan ajukan pertanyaan Moms ke klikdokter.com.

Sources
http://milkfacts.info/Nutrition%20Facts/Nutritional%20Components.htm#Energy
 
113
 
0
Kurang gizi masih menjadi masalah anak yang utama di Indonesia. Yuk, kenali tanda-tandanya di sini.

Tidak bisa dimungkiri, masalah kurang gizi memang menjadi pokok pemikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemantauan Status Gizi 2015 di 150 kabupaten dan kota di Indonesia menyebutkan bahwa 14,9% balita mengalami gizi kurang dan 3,8% mengalami gizi buruk. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menjadi perhatian khusus Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kurang gizi biasanya disebabkan oleh kekurangan makronutrisi, yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Untuk menilai status gizi anak, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan standar pengukuran sebagai berikut:

1. Usia (U)

2. Panjang badan (PB)

3. Tinggi badan (TB)

4. Berat badan dibandingkan dengan usia (BB/U): Gizi kurang dan gizi

5. Panjang badan dibangingkan dengan usia (PB/U): Pendek dan sangat pendek

6. Berat badan dibandingkan dengan tinggi badan (BB/PB): Kurus dan sangat kurus

Dari panduan itu tanda-tanda anak kurang gizi dikelompokkan sesuai dengan kurva yang sudah diterbitkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Namun terkadang, cara ini cukup sulit untuk dilakukan.

Tapi tenang saja. Berikut adalah tanda dan gejala yang lebih mudah untuk Moms perhatikan:

1. Gizi kurang

Pada umumnya, anak yang kurang gizi memiliki gejala khusus, yaitu kurus dan berat badannya lebih rendah untuk anak seusianya. Terlepas dari masalah genetik, anak yang kurang gizi biasanya lebih pendek daripada anak seusianya.

Gejala-gejala ini memang kadang sulit dinilai dan sering dianggap remeh. Jika Moms menemukan hal demikian pada anak, sebaiknya bawa ke dokter agar segera mendapat terapi yang tepat.



2. Gizi buruk

Anak yang gizi buruk mudah dikenali karena perubahan fisik pada tubuhnya. Gizi buruk terbagi menjadi dua, yaitu marasmus dan kwasiorkor.

Marasmus:

Pada tipe ini, anak terlihat sangat kurus, tulang iga menonjol. Wajahnya pun terlihat seperti orang tua, memiliki perut cekung, serta paha dan bokong tepos.

Kulit terlihat turun seperti celana kedodoran (baggy pants). Pada tipe marasmus, tubuh anak terlihat seperti tinggal tulang dan kulit saja.

Kwasiorkor:

Berbeda dengan marasmus, anak dengan gizi buruk tipe kwasiorkor terlihat lebih gemuk. Terdapat pembengkakan pada wajah dan kaki, serta memiliki perut buncit.

Anak yang kwasiorkor juga memiliki perubahan pada area kepala. Rambut menjadi jarang karena sering rontok dan kemerahan.

Periksa tubuh anak Moms secara rutin, berkunjunglah ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan terdekat. Dengan demikian, jika kekurangan gizi atau mengalami gizi buruk, dapat segera diatasi.

Bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, silakan ajukan pertanyaan Moms ke klikdokter.com.

Sources:

http://www.depkes.go.id/article/view/16032200005/tahun-2015-pemantauan-status-gizi-dilakukan-di-seluruh-kabupaten-kota-di-indonesia.html

http://www.unmillenniumproject.org/goals/

http://www.orphannutrition.org/understanding-malnutrition/macronutrient-malnutrition/

http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/11/buku-sk-antropometri-2010.pdf

http://health.kompas.com/read/2012/01/31/14282094/Beda.Kurang.Gizi.dan.Gizi.Buruk

http://mediskus.com/penyakit/marasmus-dan-kwashiorkor-apa-perbedaannya

 
476
 
0
Jangan anggap remeh air putih. Kekurangan asupan penting ini dapat menyebabkan hal berbahaya, lho! Yuk, cari tahu selengkapnya di sini.
Air putih. Terlihat sederhana, namun memiliki manfaat yang luar biasa. Asupan penting ini tidak boleh dilupakan dari menu sehari-hari. Tahukah Moms mengapa demikian?
Manusia membutuhkan air putih sebagai kebutuhan dasar tubuh. Ini karena lebih dari setengah tubuh manusia (sekitar 60%) tersusun oleh air. Bahkan pada bayi di bawah 1 tahun, 75-80% tubuhnya tersusun dari air. Banyak, bukan?
Air terdapat di seluruh bagian tubuh. Sebagian besar berada di dalam sel, dan sisanya di luar sel. Substansi ini membuat sel-sel dalam tubuh berfungsi dengan baik, memiliki peranan penting dalam sistem peredaran darah, serta menjaga suhu tubuh.
Air tidak terperangkap di dalam tubuh Moms. Substansi ini akan keluar melalui:
1. Keringat (100 ml)
2. Feses, sekitar 200 ml
3. Urine, minimal 800 ml
4. Insensible water loss, sekitar 800 ml
Jumlah air yang hilang dari tubuh Moms tidak bersifat mutlak, karena turut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya, Moms akan mengeluarkan lebih banyak keringat saat berolahraga. Atau saat Moms sedang diare, jumlah air yang keluar dari tubuh Moms juga akan lebih banyak melalui feses dan urine.

Jika jumlah cairan yang keluar tidak dapat diseimbangkan dengan jumlah yang masuk, maka kekurangan cairan tidak dapat dihindari. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menyebabkan gejala yang bervariasi, tergantung dari derajat kondisi yang terjadi.
Gejala kekurangan cairan dapat berupa haus, kurang konsentrasi, nyeri kepala hingga hilangnya kesadaran. Oleh karena itu, apabila sudah haus, segerakan diri Moms untuk minum. Jangan tunggu sampai muncul gejala yang lebih parah.
Agar tidak kekurangan, Moms harus dapat menyesuaikan jumlah cairan yang keluar dan yang masuk. Namun pada umumnya, pria dewasa membutuhkan setidaknya 2,5-2,6 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Sedangkan wanita dewasa membutuhkan minimal 2,3 liter atau 7 gelas setiap harinya.
Jadi, sudahkah Moms minum air putih hari ini?
Bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, silakan ajukan pertanyaan Moms ke klikdokter.com.

Sources
http://www.anaesthesiamcq.com/FluidBook/index.php
Gropper SS, Smith JL, Groff JL. Nutrition and Human Metabolism. 5th ed. 2009
https://medlineplus.gov/ency/article/003425.htm
http://www.anaesthesiamcq.com/FluidBook/fl3_1.php
https://medlineplus.gov/ency/article/003425.htm
http://www.anaesthesiamcq.com/FluidBook/fl3_2.php
https://authoritynutrition.com/how-much-water-should-you-drink-per-day/
Angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia (Kemenkes 2014)
 
222
 
0
Semakin usia si kecil bertambah, kegiatannya pun semakin variatif. Bercerita dan membaca buku, menjadi salah satu aktivitas yang menarik untuk dilakukan bersama anak. Bila lingkungan mengenalkannya pada buku sejak ia kecil, anak biasanya akan tertarik untuk mulai membaca.
 
94
 
0
Merancang pola pendidikan anak dalam keluarga tidaklah mudah. Apalagi sejak kecil ayah ibu dibesarkan dalam keluarga dengan pola pengasuhan yang berbeda, maka biasanya akan timbul perbedaan pendapat dalam mengasuh anak. Salah satunya adalah penerapan kedisiplinan dalam keluarga.

Adanya perbedaan sikap pengasuhan ini seringkali menimbulkan masalah dalam perilaku anak. Untuk itu, orangtua perlu sepakat dalam menerapkan metode kedisplinan. Anak yang dibesarkan dan diberikan disiplin dengan penuh cinta kasih biasanya akan lebih bahagia, lebih positif dan berperilaku lebih baik. Nah, berikut ini tips dan trik sederhana yang bisa dijalankan orangtua untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini.

1. Mulailah dari pembiasaan kegiatan sehari-hari.
Ajarkanlah anak mengenai aktivitas rutin yang harus ia lakukan, seperti bangun pagi, bersekolah, bermain, belajar dan lain sebagainya. Ketika anak terbiasakan pola rutin, anak akan merasa nyaman menjalankan aktivitasnya.

2. Anak mudah menyerap informasi dengan simbol gambar.
Orangtua dapat memandu anak untuk membuat jadwal harian yang teratur dengan bantuan tabel atau diagram gambar kegiatan harian. Sepakati bersama antara anak & orangtua mengenai jadwal tersebut.




3. Beri aturan yang jelas, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Sebelum menerapkan aturan, orangtua dan anak perlu membuat kesepakatan, mendiskusikan dan menginformasikan pada anak mengenai aturan yang berlaku di rumah agar suasana rumah menjadi teratur dan nyaman. Contohnya, disiplin dalam membuang sampah, merapikan tempat tidur, melaksanakan ibadah atau disiplin dan sopan santun dalam berbicara.

4. Memberi pengertian dan penjelasan tentang pentingnya sikap disiplin.
Secara perlahan, jelaskan pada anak mengenai pentingnya sikap disiplin baik dalam kehidupan mereka sendiri saat ini, maupun di masa depan saat mereka dewasa.

5. Menghindari sikap memaksa atau berdebat.
Bila anak melanggar aturan yang telah disepakati, tegurlah dengan baik & tegas. Pendekatan yang keras dan memaksa akan membuat anak kurang paham makna disiplin yang sebenarnya.

6. Tetap konsisten dengan peraturan yang telah dibuat.
Sikap konsisten dibutuhkan agar anak tetap berada pada pola kebiasaan yang baik. Teguran halus bisa jadi pengingat bagi anak untuk tetap mematuhi aturan yang telah disepakati.

7. Orang tua harus mendisiplinkan diri, sebelum mendisiplinkan anak.
Sudah pasti kebiasaan dan sikap orangtua sehari-hari menjadi sumber belajar anak. Anak akan mengamati apa yang dilakukan orangtua dan menghayati setiap tindak tanduk orangtunya.

8. Menghargai proses belajar kedisiplinan yang dijalani anak.
Terkadang, hasil yang diharapkan belum sesuai dengan harapan orangtua. Saat itulah orangtua perlu melakukan refleksi dan menyatakan dukungannya pada anak, karena mungkin saja anak masih belum paham makna disiplin yang sedang diajarkan orangtuanya.
 
84
 
0

>